Selasa, 29 Desember 2009

Sup Krim Ayam jagung


Bahan:

450 ml susu cair
1 sachet sup krim ayam, siap pakai

1 sdt gula pasir

1/2 sdt garam

3 sdm jagung manis

3 sdm ayam asap (smoked chicken) potong dadu kecil

3 sdm jamur kancing (champignon) kalengan, iris halus

2 sdm mentega



Cara Membuat:

  1. Didihkan 750 ml air, masukkan bubuk sup krim siap pakai. Masak sambil aduk sampai sup mengental.
  2. Tambahkan susu, gula pasir, garam, jagung manis, ayam asap, dan jamur. Didihkan, angkat.
  3. Masukkan mentega, aduk rata. Sajikan sup krim dengan roti bawang (garlic bread)
Diperolaeh dari buku Resep Kartini

Cheese Cake Taiwan


Bahan:
75 gr mentega
125 ml krim kental
250 gr krim keju (cream cheese), biarkan pada suhu ruang
60 gr tepung terigu
60 gr tepung maizena
4 kuning telur
1/8 sdt garam
5 putih telur
125 gr gula pasir halus

Adonan Kulit:
5o gr biskuit marie, tumbuk halus
2 sdm mentega, lelehkan

CARA MEMBUAT:
  1. Panaskan oven sampai suhu 170 derajat celsius. Siapkan cetakan kecil bentuk perahu, olesi dengan sedikit mentega.
  2. Adonan kulit: Campur biskuit marie dengan mentega leleh, aduk rata. Taruh ke dalam dasar cetakan, padatkan. Sisihkan.
  3. Panaskan mentega dan krim kental sampai mentega meleleh. Masukkan krim keju, aduk rata. Angakat dari api
  4. Masukkan tepung terigu dan tepung maizena, aduk rata. Masukkan kuning telur dan garam. Kocok rata. Sisihkan.
  5. Kocok putih telur dan gula pasir sampai berbuah lembut. Masukkan adonan krim keju ke dalam putih telur kocok. Aduk rata.
  6. Tuang adonan ke dalam cetakan sampai penuh. Panggang denagn cara au bain marie selama 60 menit sampai cake matang dan permukaannya kecoklaten. Angkat dan dinginkan.

CATATAN:

Au bain marie adalah cara memanggang dengan direndam air. Isi loyang persegi dengan air hingga 1/3 tinggi loyang, taruh cetakan berisi adonan ke dalam loyang tersebut, lalu panggang.


Diperoleh dari Buku Resep Kartini

Minggu, 27 Desember 2009

Cooking Chocolate

Salah satu bahan utama pembuatan brownies adalah cooking chocolate compound, atau sering disebut cooking chocolate atau cokelat masak saja. Cooking chocolate adalah cokelat khusus untuk membuat kue secara profesional. Cokelat ini dapat dilelehkan dan mengeras kembali. Cooking chocolate berbentuk batangan, dijual di pasar swalayan dan toko-toko penyedia bahan pembuatan kue. Pilihlah cooking chocolate dengan merk terkenal dan bermutu baik, agar hasil yang didapat memuaskan. Cooking chocolate yang sering digunakan untuk brownies adalah :

1. Dark Cooking Chocolate

Berwarna cokelat tua, rasanya tidak terlalu manis. Dark cooking chocolate adalah jenis yang paling banyak dipakai untuk pembuatan kue dan brownies.

2. Milk Cooking Chocolate

Berwarna cokelat muda, dan mempunyai rasa yang lebih manis dari dark chocolate serta terbuat dari susu.

3. White Cooking Chocolate

Berwarna putih, terbuat dari lemak yang dihasilkan dari biji buah cokelat yang dicampur susu. Orang terkadang menyebutnya dengan cokelat putih. Cokelat ini mempunyai rasa yang manis dan beraroma vanili.

Cara Melelehkan Cooking Chocolate

Untuk melelehkan Cooking chocolate dengan baik diperlukan teknik yang benar. Tiap jenis cokelat memerlukan pengetiman yang berbeda. Jika anda menggunakan Dark dan Milk cooking chocolate, anda dapat menggunakan air mendidih 100 derajat Celsius. Sedangkan untuk jenis White cooking chocolate anda cukup memanaskan air hingga mencapai suhu maksimal 70 derajat Celsius, karena kandungan gula dan susu yang tinggi dalam white cooking chocolate akan dapat menggumpal karena terjadinya karamelisasi selama pengetiman. Semakin dipanaskan akan semakin menggumpal.

  1. Untuk melelehkan cokelat dengan cara ditim, minimal dibutuhkan 2 buah panci stainless steel/mangkuk stainless steel/mangkuk kaca tahan api dengan ukuran yang berebeda, yang satu lebih kecil dari pada yang lain.
  2. Potong-potong cokelat menjadi ukuran yang kecil untuk mempercepat proses pengetiman. Masukkan dalam mangkuk stainlees steel atau mangkuk kaca tahan api.
  3. Siapkan panci/wadah kaca tahan api berisi air, panaskan hingga air mendidih, matikan api. Letakkan mangkuk stainlees steel/ mangkuk kaca tahan api dalam ukuran lebih kecil berisi potongan cokelat.
  4. Aduk-aduk dengan sendok kayu hingga cokelat mencair. Jika masih belum mencair, nyalakan api kecil saja. Campur cooking chocolate pada adonan ketika sudah agak dingin (masih hangat).

CHOCOLATE CHIPS

Chocolate chips berbentuk bundar kecil-kecil berdiameter 3/4 cm dengan bagian permukaannya runcing dan bulat. Dapat diperoleh dipasar swalayan terkemuka atau toko khusus yang menjual bahan-bahan pembuatan kue.

VANILI EKSTRAK

Berbentuk cair, dijual dalam botol plastik. Aromanya lebih kuat dari vanili bubuk. Jika tidak tersedia, bisa diganti dengan vanili bubuk biasa.

CREAM CHEESE
Adalah keju berbentuk krim dalam kemasan aluminium foil yang dijual dipasar swalayan bagian lemari pendingin. Seperti mentega, cream cheese harus disimpan dilemari es. Saat digunakan, keluarkan dari lemari es dan biarkan beberapa lama sehingga suhunya sama dengan suhu ruangan.


Tips Sukses Membuat Brownies

Cokelat sebagai bahan dasar pembuatan brownies bisa berasal dari cokelat masak (berbentuk batang), bubuk, maupun kombinasi keduanya, merk cokelat yang digunakan ikut mempengaruhi penampilan brownies. Semakin gelap warna cokelat bubuk yang digunakan, warna brownies pun jadi semakin pekat.

Meskipun julukannya "kue bantat", bukan berarti jumlah dan komposisi bahannya bisa asal-asalan. Brownies yang lezat dengan penampilan dan tekstur yang pas tentu harus dibuat dengan tepat. Pemilihan gula pasir juga ikut berpengaruh pada hasil akhir brownies. Sebaiknya, gunakan gula pasir berbutir halus, karena jika butirannya kasar, gula akan memerlukan waktu lebih lama untuk meleleh. Ini membuat tekstur brownies jadi berpori dan kasar. Perhatikan dengan cermat jumlah bahan yang diperlukan. Timbang tepung terigu yang digunakan secara tepat, karena kelebihan tepung terigu akan membuat tekstur brownies jadi padat dan keras.

Selain itu, tak kalah penting adalah tekhnik pembuatannya. Sebaiknya, campur bahan-bahannya secara manual, tidak perlu menggunakan mixer. Kalau pun mau, sebaiknya gunakan mixer dengan kecepatan sedang tak lebih dari lima menit. Sebab jika menggunakan mixer, akan banyak udara yang terbentuk dalam adonan yang mejadikan tekstur kue menjadi mengembang. Hal ini membuat tampilan brownies tidak bantat, tapi lebih menyerupai cake.





Diperoleh dari Buku Resep Blonde Brownies

Sabtu, 19 Desember 2009

Linda dan Aldo part 6

”Linda!”
Ada seseorang yang memanggil Linda, Linda yang lagi asyik tertawa kemudian memutar tubuhnya, mulutnya menganga saat melihat cowok yang memanggilnya barusan. Cowok itu kemudian berlari ke arah Linda, Linda semakin deg-degan.
”Kamu Linda yang kemarin kan?”
”Iya kak, kakak yang namanya Anjar kan?” Linda tertunduk, mukanya memerah, dia takut Kak Anjar marah karena dijutekin sama Linda kemarin.
”Boleh ngobrol sebentar?”
Linda menengok kebelakang meminta pertolongan dari teman-temannya.
”Boleh kok kak.” Abel yang menjawab disertai anggukan Dery dan Icha, Linda sebal melihat senyuman nakal teman-temannya.
”Ikut sebentar ya Lin.” tanpa menunggu jawaban Linda, Anjar langsung menariknya, Linda memasang wajah sedih pada temannya berharap mereka akan membantu, tapi yang ada mereka malah melambai-lambaikan tangan.
Ternyata Anjar membawanya ke taman belakang sekolah, Linda semakin gusar.
”Kita mau ngapain sih kak?”
”Kakak mau minta maaf sama kamu masalah kemarin.”
”Yang mana?”” Linda pura-pura bego.
”Kakak gak tau pasti yang mana, tapi kakak kemarin liat kamu jutek banget sama kakak, pasti kakak punya salah, dan setelah kakak mikir mungkin kamu marah waktu kakak ngetawain kamu dilapangan.” suaranya merendah takut Linda sakit hati.
”Oh..iya sih, habisnya Linda malu kemarin kakak ketawain, kan kesannya aku konyol banget didepan kakak, iya kan?” pipinya semakin merah.
”Hahaha, kamu tuh lucu banget ya?”
”Kenapa?”
”Pipi kamu merah tuh.”
Linda menutup pipinya.
”Gak usah ditutup, oke gini intinya, kakak mau minta maaf sama kamu, dan kakak mau ngajak kamu jalan pulang sekolah nanti.”
Mata Linda terbelalak, bisa dipastikan baru pertama kali dia diajak jalan sama cowok seganteng ini.
”Aduh gimana ya kak?”
”Harus mau ya?” mata Anjar begitu memohon, Linda bisa lihat itu.
”Ya udah deh.”
Anjar begitu girang disaat Linda mengiyakan ajakannya.
”Kakak tunggu diparkiran ya pulang sekolah, awas kalo kabur!” Anjar tersenyum begitu manis sampai membuat hati Linda begitu senang.
Tak lama kemudian Linda sudah berada ditengah-tengah temannya, wajahnya begitu menampakkan raut bahagia, teman-temannya lantas penasaran.
”Linda kenapa? Tadi kamu ngapain aja sama Kak Anjar? Cerita dong..” Abel menarik-narik lengan baju Linda.
”Iya nih Linda lo ngapain sama dia?”Icha juga penasaran.
”Dasar cewek, baru diajak ngobrol gitu aja udah kesemsem begini..ato jangan-jangan lo dicium ya di belakang sekolah!!” Dery panik, suntrungan bertubi-tubi dari tiga cewek itu mendarat dijidatnya.
”Ngomong sing bener dong, enak aja!” Linda cemberut.
”Terus kenapa dong?” Dery meringis.
”Gue diajak jalan!!!!” Linda begitu heboh, sampai seisi kelas memeperhatikannya, tapi dia tetep cuek.
“Hah!! Yang bener?? Kita baru berapa hari disini, kamu udah ada yang ngajak jalan?” Abel berbinar-binar.
”Sama kak Anjar lagi, cowok itu kan ganteng banget.” yang ini Icha yang berkomentar, sedangkan Dery hanya mendecakkan lidahnya.
”SIRIK!!” Linda, Abel, dan Icha membentak Dery, Dery akhirnya memilih tuk diam.
”Ya elah baru diajak jalan doang senengnya kayak gitu, norak lo semua!” Aldo ikut memanaskan suasana, dan mengajak Dery ber-tos ria.
”Dery kok tos sama Aldo sih?” Abel protes, dia tau bahwa Aldo adalah musuh bebuyutan Linda.
”Habisnya lo semua gak ada yang sependapat sama gue.”
Abel tambah melotot.
”Dan lo Aldo, gak usah ikut campur urusan gue deh, lo bukan siapa-siapa gue, gak ada hak lo buat ikut campur masalah gue!”
”Gue Cuma ngasih tau lo norak, biar lo bisa jaga sikap didepan siapa tuh namanya? An..Anda,Angga, apalah, entar lo diturunin ditengah jalan lagi gara-gara kelewat norak, hahaha”
”Satu, dia Anjar! Dua, dia gak kayak lo yang gak bisa bersikap manis sama cewek, tiga, cukup segini aja lo ikut campur di dalam setiap masalah gue!”
”Empat?” Aldo semakin rese.
Tak mau berkata-kata lagi, Linda menendang kaki Aldo dan meninggalkannya.
”Sukurin!” Icha hanya mengucapkan kata itu mengiringi kepergian Linda.


Dan inilah saat yang ditunggu-tunggu Linda, dia berlari menuju parkiran, tapi akhirnya dia berhenti, dia ingat kata-kata Aldo bahwa jangan norak!! Akhirnya dia memilih untuk berjalan santai, sampai dia melihat Anjar berdiri disamping mobilnya, dia melambaikan tangan pada Linda, dan Linda membalasnya.
”Udah lama ya kak?” tanyanya polos.
”Enggak kok, baru aja, kita berangkat sekarang yuk!”
Linda mengangguk pelan.
”Tunggu!” seorang cewek memanggil dari belakang, dan dia adalah Deline.
”Kalian mau ke mana?”
”Bukan urusan lo!” Anjar tetap masuik ke mobil tapi lengannya ditarik oleh Deline.
”Anjar lo apa-apaan sih! Dia baru masuk berapa hari aja udah lo ajak jalan? Dan gue yang udah sekian lama ngejar-ngejar lo, lo gak pernah peduliin gue? Jahat ya lo!”
”Karena lo bukan dia!”
”Apa sih hebatnya dia dibanding gue? Gue punya segalanya yang bisa gue kasih ke lo!”
”Lo terlalu agresif! Ngerti! Norak tau gak.”
”Apa?! Hey, sadar dong gue kayak gini juga gara-gara lo! Bisa gak sih lo hargain gue sedikit?”
”Gak sama sekali, karena lo sendiri gak pernah mau ngehargain orang lain, lo seenaknya make kepopuleran lo buat nginjek-nginjek orang lain, termasuk yang kemarin lo lakuin sama Linda dilapangan!” Anjar menaikkan telunjuknya di depan wajah Deline.
”Jadi mau lo apa?”
”Gue mau lo stop ngejar-ngejar gue dan jangan ganggu gue!!”
Deline tak habis pikir dengan perlakuan Anjar, perasaannya campur aduk, malu, marah, sedih. Semua memandangi pertunjukkan heboh itu, termasuk Linda. Linda sekarang benar-benar tak menyangka, sekarang dia akan jalan bareng gebetan Deline, kakak kelasnya yang ditakutin banyak orang. Anjar memberinya komando untuk masuk ke mobil dan berhenti meladeni cewek ’gila’ tersebut.
”Kak kayaknya kita gak usah pergi deh.” kata Linda saat duduk di dalam mobil.
”Kenapa? Gara-gara dia?” Anjar menunjuk Deline diluar mobil, dan Linda mengangguk. Anjar menggeleng dan segera tancap gas meninggalkan sekolah.

Linda dan Aldo part 5

”Kamu kenapa Lin?” kak Dhika bertanya saat melihat air muka Linda yang keruh.
”Sebel!”
”Kenapa sih? Gak enak banget lihatnya juga, bikin gak mood ajah!”
”Ya udah gak usah dilihat!”
”Ya ampun Lin.. ya udah sorry, emangnya kamu kenapa sih?”
Kak Dhika mengacak-ngacak rambut Linda yang sudah acak-acakan itu. Linda menepis tangan kakaknya itu.
”Apaan sih?!” Linda masih saja jutek.
”Sini duduk, kamu ceritain sama kakak deh.” Kak Dhika menariknya ke sebuah sofa panjang di ruang tengah. Linda masih saja terdiam, dia hanya memamerkan mulutnya yang masih manyun.
”Cerita dong, kakak mau tau cerita kamu.”
Linda menarik napas panjang.
”Emang kalo acara MOS harus pake acara mempermalukan adik kelas ya?”
”Sedikt, emangnya kenapa?”
”Linda tadi malu banget kak gara-gara dikerjain sama senior galak, mukanya aja kayak nenek sihir! Amit-amit deh!”
”Hahaha, emangnya kamu diapain?”
”Tadi kan aku gak sengaja numpahin air minum dia, terus bajunya basah mana kotor pula!”
”Gawat itu.” Kak Dhika berkomentar.
”Jelas, mana paginya gara-gara Linda dia dimarahin sama anak OSIS yang lain, tapi bukan salah Linda sepenuhnya juga sih, aku tau aku salah waktu itu aku main masuk aja tanpa laporan gara-gara aku terlambat, tapi dia juga gak harus terlalu membesarkan masalah kan? Pantes aja kalo dia dimarahi!” Linda berapi-api.
”Hahaha, kamu tuh ya. Mestinya di hari pertama tuh kamu bisa sedikit kalem dong, walau segimana resenya senior kamu itu. Terus yang bikin kamu malu apa?”
”Ya itu tadi, gara-gara baju dia kotor aku disuruh puter-puter lapangan, mana mata aku ditutup terus gak boleh pake sepatu, kan panas banget lapangannya.”
”Cuma itu aja?”
”Ya enggak lah.. pas lagi lari-lari aku kepeleset, aku jatuh dan rok aku kotor banget.” Linda memperlihatkan roknya yang kotor pada kakaknya itu.
”Dan gak itu aja, pas udah diketawain rame-rame aku kan lari, eh.. tau-taunya aku kejedot tiang bendera. Yang paling bikin aku sedih dan kecewa anak OSIS yang belain aku didepan senior galak itu juga ikutan ketawa, padahal tadinya aku sempet tertarik sama dia, pokoknya sebel banget deh!!”
”Hahahaha, kasian banget adik kakak ini, cup cup cup.”
”Kok malah ikutan ngeledek sih?”
”Bercanda kok de..” Dhika mencium pipi Linda dengan lembut, itu membuat Linda tersenyum.
”Kamu istirahat sana, besok kamu harus siapin mental buat diketawain, hahaha” tawanya kian menyakitkan hati Linda.
”Kakak!!! Jahat banget sih?” Linda segera bangkit dan masuk ke kamarnya, Kak Dhika semakin terbahak-bahak.




Linda semakin ragu untuk melangkahkan kakinya masuk ke dalam sekolah, perasaan malu masih menghantuinya, tapi kak Dhika terus menyemangati adiknya itu. Dan pada akhirnya Linda memutuskan untuk masuk, itu juga setelah kak Dhika kasih sebuah rencana untuk membalas Deline, kalau-kalau Deline masih mengusiknya.
Dengan pedenya dia masuk walau ada beberapa orang yang menatapnya, dia sudah tak mau tahu lagi, tapi tekadnya meleleh saat melihat Deline dan teman-temannya melangkah ke arahnya. Linda mau menghindar, tapi ingat rencana kakaknya Linda mengurungkan niatnya, malah dia pengen dia di kerjai sekali lagi, biar dia bisa melancarkan aksi balas dendamnya itu. Haha..
”Wess.. masih punya muka juga nih anak.” dia menyetop langkah Linda, dan melihat Linda dari bawah ke atas.
”Kenapa enggak?”
Deline sepertinya kaget mendengar jawaban Linda yang cukup ’berani’ itu.
”Oh.. udah berani ya lo sama gue, gak kapok gue kerjain ya?” muka tengil Deline terpancar.
”Gak.”
”Oke, gue salut sama lo! Tapi sayangnya gue gak mood buat ngerjain orang pagi-pagi, lo tinggal siap-siap aja, oke! Bye honey..”
”Oke, aku tunggu ya kak Deline yang manis!!” Linda menekan suaranya saat mengucapkan kata ’manis’, ya dia bukannya memuji, justru dia menyindir. Dia semakin relax hari itu. Dia biarkan dirinya tenang duduk dibangku reyot yang ada di kelasnya itu.
”Lin, kata anak-anak lo nantangin kak Deline ya?” Icha langsung melontarkan pertanyaan itu pada Linda.
”Iya emang kenapa?”
”Gila lo ya? Gak kapok lo dipermalukan kayak kemaren?”
”Justru ini saat yang tepat buat gue balas dendam Cha! Haha”
”Sarap lo ya!” Dery menambahkan.
”Kamu gak takut ya Lin? Padahal kan kemaren kamu nangis gara-gara kak Deline?”
”Aduh Abel.. jangan diingetin dong, ntar gue gak jadi nih.”
”Sorry..”
”Emang lo ada rencana apa?” Icha kembali bertanya.
”Lo liat aja. Hahaha..”
”Serem ketawa lo, ada hawa jahatnya!” Dery bergidik.
”Anjrit lo, hehe, tapi emang bener, udah deh gak usah pada riweuh deh, mending gue liat tugas MOS yang kemaren dikasih sama tuh nenek sihir, gue kagak ngarti, bahasanya gak bener, emang bego kali ya tuh cewek, aduh..aduh..” Linda geleng-geleng.
”Buset Lin.. lo panggil kak Deline nenek sihir? Pake bego lagi!” Dery kagum.
”Dia gak pantes dipanggil kakak! Apa lagi disebut pinter? No way!!” Linda makin nekat.
“Sstt.. ntar kedengeran Linda, kan nanti Abel kebawa-bawa gimana?”
”Gak apa-apa, makin seru kalo kalian bertiga malah ikut dijailin sama tuh senior menor.”
”Dasar.. Lin, recana lo apa sih kok pede banget bakalan bisa ngalahin dia?”
”Ada deh, dahsyat!!” wajahnya semakin berbinar-binar.

;;